Buat kalian yang
kemarin ketinggalan debat gak pentingnya Jrx dan Tirta, Mengenai Teori
Konspirasi x Realita Rumah Sakit. Emang pembahasan gak sesuai ekspektasi kita
yah gan, dan terkesan agak melenceng jauh dari apa yang mau didiskusikan yaitu
mengenai Konspirasi..hehe
Ini sedikit sudah ane
simpulkan gan..hahaha “EFEK GABUT CUK”
Ø Pertama
disini ane mau bahas aspek yang agak pentingnya dulu yaitu Psikomatik, apa itu?
Kalau dari diksi Jrx psikomatik memiliki arti keluhan fisik yang disebabkan
ataupun diperburuk oleh pengaruh faktor mental pada diri seseorang (bahasa
gaulnya: ketakutan)
Ø Kalau
menurut ane pribadi cuk, dampak dari psikomatik ini real adanya dilapangan, dan
sangat membahayakan. Why? Kalau menurutku ini akan menjadi sumber dari stigma
psikologis buruk seseorang terhadap covid-19 yang lagi kita hadapi bersama.
Ø Contoh
real versi ane, kalian pasti pernah denger berita tentang penolakan jenazah
pasien covid di jawa tengah… nah inilah yang dinamakan psikomatik dan mulai
terbentuknya stigma buruk terhadap covid-19
Ø Kedua,
yang mau ane simpulkan dari aspek media! Jadi dari debat kemarin baik Jrx
maupun Tirta sangat menyayangkan peran media mengenai pemberitaan covid-19 di
Indonesia, mereka berdua sepakat dan merasa kalau media hanya terkesan
mementingkan sebuah konten, yang penting berita kontroversi, blow up media.
Ø Disini
ane juga setuju sebenarnya, media kita itu kebanyakan memuat narasi-narasi yang
bersifat menakut-nakuti masyarakat
Ø Contoh:
misalnya, tidak sedikit media yang lebih concern untuk mengangkat kasus berita
kematian covid-19 yang tinggi. Terus yang membuat psikomatik berita mengenai
jutaan rokok sampoerna yang katanya terpapar covid-19 beredar dimasyarakat (ITU
SEMUA HOAX YA GAN). Sangat disayangkan media kita tidak menyertakan fakta factual
dilapangan, yang penting mah Blow up.. up.. up.. uwuuuuuu cuk
Ø Ketiga,
mereka berdua membahas mengenai Covid itu sendiri; jadi Covid itu penyakit yang
emang bisa sembuh sendiri dengan syarat kalau kamu positif Covid-19 yang paling
mempengaruhi itu Imunitas tubuh, Penyakit bawaan dan umur.
Ø Kasus
Covid di Indonesia yang menyebabkan kematian dengan change terbesar yah karena
dipengaruhi dari penyakit bawaan orang itu sendiri dan antibodi orang itu
sendiri (ane setuju pembahasan yang ketiga ini..hehe)
Ø Keempat
mengenai Lockdown Negara, disini Jrx setuju untuk tidak dilakukan di Indonesia
karena bisa berdampak ke prekonomian, akan tetapi pemerintah juga seharusnya
bisa memikirkan solusi yang tepat dan cepat.
Ø Solusi versi Jrx dan
Tirta
1. Kalau
memungkinkan kita seharusnya sudah bisa rapid test massal “megacluster concept”
dan udah masuk ke langkah pemilahan (pemilahan positif dan negative, pemilahan
rentan ex: balita atau manula, social distancing remaja atau usia produktif)
2. Social
distancing itu sendiri kita tekankan sebagai langkah awal yang kita ambil
sembari menunggu megacluster concept selesai, kalo dilakukan lama-lama ya udah gak
efektif.
3. Kebijakan
pemerintah yang cenderung bersifat labil dan bikin pusing masyarakatnya
sendiri, karena kita juga masih belum bisa mengambil langkah untuk stop PSBB
dan mengambil tindakan selanjutnya. (hahaha.. ane ngakak cuk)
4. Pesan
buat media Indonesia, mulailah membangun narasi yang positif yang bersifat
harapan dan optimisme sehingga bisa menekan stigma negative akan covid itu
sendiri. (biar gak ada lagi berita ketidak jujuran pasien yang malah akan
membahayakan tim medis.. miris sih kalo menurut ane)
5. Untuk
segala hal itu harap dinilai dari sisi yang lain pula, mungkin maksudnya disini
mereka menekankan kepada kita pada aspek kemanusiaan ditengah pandemi ini, jadi
jangan menutup mata dan telinga, kita perangi bersama pandemi ini.
6. Terakhir
Jrx juga mewanti-wanti netizen Indonesia biar lebih pinter dan selektif serta
tidak mudah tersulut emosi, netizen itu terkesan terpaku dan tertuju dengan
yang namaya figure statement dan personal branding (artinya kalian cari
diwikipedia gan ya..ojok males cuk, aku yoh poso)
Ø Solusi versi ane..kwkwkw
(ojok dianggep serius)
1. Kebijakan
Luar negeri berupa penutupan akses kedatangan terutama dari Negara zona merah
(gak malah didatangkan pak.. pak..)
2. Kebijakan
dalam negeri ane ikutan pemerintah aja, asal yah bener apa yang dikatakan Jrx
dan Tirta, sembari physical distancing Test massal swab test setelah hasil swab
test baru pemerintah menentukan cluster daerah merah, kuning dan hijau baru
setelah itu bisa dilakukan pencegahan dengan cara PSBB pada daerah merah dan
kuning (tapi kalau masih awal kasus dulu pemerintah gak bebal dan sarannya pak
anies untuk karantina wilayah Jakarta dilaksanakan, palingan yah gak buruk
kayak gini kejadiannya…hehehe)
3. Perkuat
rumah sakit rujukan covid-19 serta media jangan membuat stigma negative mulu,
gak kasihan apa sama tim medis..uwuuuu
4. Buat
masyarakat benar apa yang dibilang Jrx, jangan menutup mata kita lawan pandemi
ini bersama, kedisiplinan kita sangat berpengaruh untuk memutus mata rantai
covid-19, tapi buat pemerintah kalian juga yang rensponsif, buat aturan jangan
tumpang tindih, kita sebagai masyarakat itu bingung.. labil amat JO.
JUMAT, 01-05-2020
AINUL ROZI, S.T.
Komentar
Posting Komentar