Curhatan masyarakat yang menghiasi akun media sosial Gresik sumpek seharusnya menjadi Pukulan Keras bagi jajaran pemerintahan pemkab Gresik. Permasalahan yang dialami masyarakat mulai Fasilitas jalan yang rusak akibat terkikis air hujan, Banjir Gresik selatan yang tak kunjung bisa teratasi, kemacetan diberbagai titik yang masih membuat resah sebagian masyarakat hingga masih maraknya kejahatan seperti pencurian sepeda motor, Bahkan proyek pembangunan yang dinilai masyarakat tidak perlu masih juga dilanjutkan salah satu contoh Islamic center Balongpanggang dan beberapa waktu lalu yang sempat membuat masyarakat heboh hingga diberitakan secara nasional yaitu lanmark gajah mungkur yang menghabiskan dana 1M. Menurut kalian pantaskah dana yang segitu banyaknya dihamburkan hanya dibuat untuk pembuatan lanmark prematur sedangkan disisi lain masih ada permasalahan yang membuat rakyat kian hari kian menderita. Mungkinkah lanmark gajah prematur yang tidak memiliki mata dan telinga mengambarkan sebagai bentuk protes masyarakat terhadap Pemkab Gresik yang buta dan tuli akan permasalahan yang dialami masyarakat dan Mungkinkah akar dari masalah semua ini adalah kurangnya koordinasi kedekatan Pemkab Gresik kepada Masyarakat? (kalian nilai sendiri). Pendek kata, dengan banyaknya permasalahan yang dialami masyarakat banyak kalangan yang akhirnya menilai, rapor merah terhadap kinerja Pemkab Gresik. Saya tahu Kabupaten Gresik adalah salah satu Kabupaten berprestasi di Indonesia akan tetapi Banyaknya prestasi yang didapat Kabupaten Gresik tidak sebanding dengan masih banyaknya permasalahan yang dialami masyarakat. Sudah saatnya jajaran Pemkab Gresik lebih peka mendengar curhatan rakyatnya. Saluran curhat masyarakat harus dibuka selebar-lebarnya, dan jajaran Pemkab Gresik harus mendengar Curhatan tersebut, mengidentifikasi dan segera membuat langkah-langkah untuk mengatasinya.
Tidak mencoba membandingkan tetapi bisa dibuat referensi jajaran Pemkab Gresik dalam menangani permasalahan di Kabupaten Gresik. Lihat saja apa yang dilakukan Ibu Risma Tri Maharini, Pak Ridwan Kamil, Pak Azwar Anas untuk menyelesaikan permasalahan yang ada di daerah mereka, beliau melakukan survei kesejumlah daerah serta mendengarkan aspirasi masyarakat baik secara langsung maupun melalui media sosial pribadinya. Karena mereka tahu bahwa mereka bisa lebih menjalin kedekatan dengan masyarakat lewat sosial media yang mereka punya dan dengan begitu mereka juga lebih tanggap dengan permasalahan yang dialami masyarakat secara langsung, bukan dari pihak kedua atau ketiga? (apakah jajaran Pemkab Gresik sudah menerapkannya?)
Sesungguhnya inilah esensi demokrasi. Bahwa keluhan masyarakat sekecil apapun harus memperoleh perhatian dari pemerintahan setempat, agar kondisinya tidak semakin memburuk. Pemimpin harus bersedia dan pandai mendengar serta mengambil langkah untuk mengurangi keluhan itu, sekecil apapun. Masyarakat sudah letih dengan berbagai hingar bingar politik selama ini. Masyarakat hanya dibutuhkan ketika masa kampanye dan pemungutan suara. Selebihnya mereka dilupakan ketika tampuk kekuasaan sudah didapat. Masyarakat butuh kebijakan yang menyejukkan, yang membuat mereka bisa nyaman hidup didaerahnya. Tahun 2020 merupakan tahun demokrasi bagi Kabupaten Gresik dimana tanggal 23 September 2020 sudah dijadwalkan pilkada untuk Bupati dan Wakil Bupati Pemkab Gresik yang baru. Saya Ainul Rozi, S.T. berpesan siapapun nanti yang akan menjadi Bupati dan duduk di jajaran Pemkab Gresik, tolong dengar aspirasi kami, dan jangan sekali-kali menyumbat saluran curhatan kami. Mari kita jadikan Kabupaten Gresik menjadi Kabupaten yang nyaman akan segala bentuk pelayanan publiknya, asik dengan segala bentuk fasilitas umumnya, dan sejuk dengan suasana lingkungannya, buat kita bangga dan betah hidup di Kabupaten Gresik. Semoga berkenan membaca sedikit curhatan dari Masyarakatmu. Apabila ada kata-kata yang kurang sopan dan tidak enak didengar saya pribadi mohon maaf, karena saya hanya masyarakat biasa dan bukan sastrawan yang pandai merangkai kata. Sekian dan Terimakasih
27 - 02 - 2020
Ainul Rozi, S.T.
Masyarakat Kab. Gresik
Komentar
Posting Komentar